SURAT RINDU
![]() |
Ibu. .
Waktu sungguh cepat berlalu. Setahun sudah kau pergi dan aku masih disini
dengan rasa tidak percaya. Hal tersedih yang saat ini masih aku rasakan adalah
aku selalu berpikir bahwa kau masih ada. Menungguku di rumah seperti biasanya, karena
aku sering tidak ada di rumah. Hal yang membuat hatiku hancur adalah ketika aku
sadar bahwa kau sudah pergi. Ketika aku sangat ingin memanggil namamu, kau
tidak ada disana.
Ibu..
Aku sangat menyayangimu. Aku sangat mencintaimu sejak pertama kali aku menatap
dunia ini. Dan rasa cinta itu tidak akan mungkin hilang sampai hari dimana aku
pergi menyusulmu kelak. Kau tahu ibu? Aku memang tidak pernah mengatakan “aku
mencintaimu ibu” secara langsung padamu. Dan itu adalah satu hal yang sangat
aku sesalkan dalam hidupku. Tapi aku yakin, kau tahu itu. Kau sungguh tahu
bhawa aku sangat mencintaimu.
Ibu..
Tepat setahun yang lalu dihari dimana kau pergi, aku tak pernah berhenti
menangis. Dari pagi sampai malam hari hingga rasanya habis semua air mataku.
Tolong jangan kataakan aku cengeng ibu. Aku memang cengeng ketika aku masih
kecil. Tapi tidak sekarang. Aku menangis karena aku sedih melihatmu begitu
kesakitan. Aku menangis karena aku sangat takut kau pergi meninggalkanku.
Ibu..
Sesaat setelah kau pergi hari itu, rasa sepi kian memuncak memenuhi hatiku.
Meski banyak orang yang hadir disekelilingku, aku merasa sangat sepi. Aku
sungguh kehilangan cahaya yang selalu menemaniku dikala pagi datang. Aku
sungguh kehilangan cahaya yang selalu menerangi malamku yang begitu mencekam.
Ibu..
Setiap malam sebelum aku tidur, hanya engkau yang selalu aku pikirkan. Hanya
wajahmu yang selalu hadir dibenakku. Tak jarang hal itu membuatku bersedih.
“Aku hanya merindukanmu” itu yang selalu aku katakan pada diriku sendiri. Aku
tidak ingin rasa sedihku itu membebanimu. Aku sudah benar-benar rela kau pergi.
Aku hanya merindukanmu. Aku hanya rindu suaramu. Aku rindu caramu memanggil
namaku.
Ibu..
Aku masih sangat membutuhkanmu. Meski usiaku kini sudah beranjak dewasa. Aku
sangat membutuhkanmu. Tapi aku sangat sadar, tidak adil jika aku yang
membutuhkanmu saat ini. Aku hanya berharap tiap doa yang aku panjatkan bisa
sampai padamu dan memuliakanmu.
Ibu..
Aku selalu membayangkan aku bisa melihatmu menua dan tiba waktuku yang
merawatmu. Aku selalu membayangkan bisa membuat sebuah istana untuk hari tuamu.
Aku sangat sedih semua bayangan itu harus pergi bersama dengan kepergianmu. Aku
hanya berharap doa yang selalu tercurah untukmu sampai kepadamu dan istana yang
selalu aku bayangkan itu telah kau miliki disana.
Ibu..
Aku sangat senang telah menjadi puteramu. Seorang ibu yang tak pernah lelah
untuk mengajarkan hal ihwal kehidupan. Ibu yang sangat perhatian dan penuh
kasih sayang. Aku akan sangat senang jika di kehidupanku yang selanjutnya aku
bisa menjadi puteramu lagi.
Ibu..
Banyak hal berubah semenjak kau pergi. Tapi kenanganmu dan rasa cintaku padamu
tidak akan pernah berubah. From the day i see the world, till the end of my
day. I will always love you no matter what. No one can takes your place. You
really mean the world to me.

aku turut sedih mendengar nya kawan...dan maaf atas ketidaktahuanku dan tidak bisa menemanimu saat kau sedih
ReplyDelete